Semoga Saja | Perihal Rasa, Kita?
SEMOGA SAJA
Sedang mencoba merekatkan kembali yang dulu pernah terangkat.
Tidak berniat erat dan terlihat jahat , hanya ingin dekat.
Layaknya - orang-orang biasa yang bisa bercanda.
Ingin - kembali melihat tawanya didepan mata.
Tanpa - adanya asa yang dulu pernah ada.
Slalu mencoba memberanikan diri dengan hati - hati.
Tanpa jatuh hati kembali.
Pelan-pelan, asal sesuai dengan tujuan.
Membuka obrolan obrolan singkat tentang kepentingan yang terdengar menyenangkan.
Walau dengan berlalu lalang, tapi saling mendengarkan dan memberi tanggapan.
Aku sudah mulai biasa lagi.
Tidak mudah terbawa hati.
Aku janji, aku sedang berusaha dengan sekuat diri.
Menghilangkanmu dalam hati ku ini.
Semoga kamu tidak menjauhkan diri dari mata ku lagi. (ya)
Biasa saja seperti dulu yang pernah ada.
Yang dulu seperti tidak ada apa-apa.
Seperti saat semua belum terungkapkan.
Agar tidak ada lagi kesakitan.
Sering-sering tersenyum padaku, aku tak akan jatuh kepada pesona mu.
Sering-sering membalas pertanyaanku, aku tak akan menganggap yang berlebihan akan dirimu.
Sering-sering menatap ku jika sedang berbicara padaku, aku tak akan jatuh lagi kepada hatimu.
Semoga.
Itu juga.
Tenang, ku sedang berusaha sekuat tenaga.
Tapi, jika aku tak bisa. Maaf ya.
Biarkan ini menjadi hak ku, bagaimana dirimu kepadaku terserah itu urusanmu.
Asal jangan menjauh. Asing. Bahkan, tidak menganggap aku ada di dunia ini.
Sri Rizky
Penguhujung, 15 November 2018
Comments
Post a Comment