Cerita Part II | KOSONG | Gambaran
TERLUKA Disekolah ku bertemu dengannya Kamu tau apa yang terjadi? Asing. Kita tidak seperti dulu lagi. Hilang semua canda tawa mu kini. Katanya, kita harus biasa saja. Nyatanya, kita tidak bisa biasa saja. Kita sama - sama menghindar dari pertemuan. Kita sama - sama takut akan kenyataan. Apakah menghindar merupakan respon ilmiah yang dia berikan agar aku segera melupakan? Apakah jika dengan cara seperti itu tidak menyesakkan? Apakah hanya aku yang merasakan dan kamu tidak memperdulikan? Kamu tidak pernah bisa merasakan sakitnya dihindari oleh seseorang yang selalu ia pikirkan setiap hari. Dia tega. Aku bodoh. Contohnya seperti ini; Ada hal yang harus aku tanyakan dan itu keharusan walau akan sedikit menyakitkan. Ini merupakan masalah kehidupan bukan urusan perasaan. 'Apa yang harus aku lakukan?' - Tanyaku 'Kamu perhatikan tulisan dalam kertas ini, lalu kamu pahami (Sambil melihat kemana...