Posts

Showing posts from October, 2018

Cerita Part II | KOSONG | Gambaran

TERLUKA Disekolah ku bertemu dengannya Kamu tau apa yang terjadi? Asing.  Kita tidak seperti dulu lagi.  Hilang semua canda tawa mu kini.  Katanya, kita harus biasa saja.  Nyatanya, kita tidak bisa biasa saja.  Kita sama - sama menghindar dari pertemuan.  Kita sama - sama takut akan kenyataan.  Apakah menghindar merupakan respon ilmiah yang dia berikan agar aku segera melupakan?  Apakah jika dengan cara seperti itu tidak menyesakkan? Apakah hanya aku yang merasakan dan kamu tidak memperdulikan? Kamu tidak pernah bisa merasakan sakitnya dihindari oleh seseorang yang selalu ia pikirkan setiap hari. Dia tega. Aku bodoh.  Contohnya seperti ini; Ada hal yang harus aku tanyakan dan itu keharusan walau akan sedikit menyakitkan. Ini merupakan masalah kehidupan bukan urusan perasaan.  'Apa yang harus aku lakukan?' - Tanyaku 'Kamu perhatikan tulisan dalam kertas ini, lalu kamu pahami (Sambil melihat kemana...

Cerita Part I | KOSONG | Percakapan

Pernah merasa bodoh akan seseorang Contohnya seperti ini ;  Pernah memberinya sepucuk surat, lalu ia baca dan senang. Kata temannya, surat nya ia bawa.  Keesokan harinya, memberi kembali. Ku selipkan makanan bersama sepucuk surat nya.  Sampai akhirnya, diberi tau kembali oleh temannya. 'Dia bosan dengan surat, karena katanya isinya itu - itu saja. Tapi tidak apa dia hanya suka makanannya'.  Seperti tersambar petir. Di otaku dipenuhi dengan kata ' BODOH BODOH BODOH, KAMU BODOH KAMU BODOH' sia - sia, percuma. Dia tidak suka rangkaian kata yang kau berikan untuk dia. Dia hanya suka makanan mu saja.  Detik saat itu juga aku berhenti.  Lalu melakukannya lagi.  Karena menurutku, ku harus menyemangati. Bodoh sekali.   Contohnya begini; Keesokan harinya, ku beri dia lollipop dengan surat. Ku selipkan di barang pribadi miliknya.  Lalu tak sengaja bertatap muka dengan dirinya.  'Apakah kamu yang slalu men...

Perihal Rasa | Kosong | Cerita Cinta

KOSONG   Ini perihal rasa.  Mengapa aku tidak bisa leluasa.  Semenjak dia mengetahui yang ku rasa, ada yang tak biasa.  Takut sekali jika bertatap mata.  Padahal aku tidak pernah mengungkapkan kata cinta. Tidak menunjukkannya juga.  Dia menerka-nerka bahwa aku suka padanya.  Dia juga pernah bertanya, tapi aku tidak menjawabnya sampai -sampai dia memaksa.  Dia tidak merasakan jika berada diposisiku yang terpojoki.  Mana bisa dengan mudahnya dia berkata 'Kamu suka padaku ya?'  Ah mati membeku sekali aku. Ku tak balas pesannya. Sampai-sampai dia terus saja bertanya. Dia bilang 'Jujur, kalo tidak menjawab itu artinya IYA dan jika tidak menjawab tanganmu hilang' Gila sekali dia gila. Mana ada menakut-nakuti seperti itu. Dia senang bercanda. Itu yang aku suka. Kita sama. Tapi sayang kita beda rasa.  Ketakutan ku hanya satu.  Aku hanya takut, takut dia menjauh. Sampai akhirnya, dia benar-benar jauh....